Membocorkan: Apa yang Terjadi 1 Detik Lagi?

    Dan apa yang ingin saya katakan sekarang adalah bahwa saya dan anda saat ini juga harus berdujud, bersujud, dan bersujud. Mengucap syukur kepada Tuhan atas suatu hal yang begitu luar biasa sedang terjadi pada diri saya, anda dan setiap nafas insan manusia detik ini juga.
    Tanpa peduli perasaan apapun yang tengah bergejolak di dalam darah dan keegoisan kita, saat ini kita semua harus bersujud dan mengucap syukur.
    Suatu pelajaran penting dan sangat berharga tengah terjadi detik ini juga.
Tergantung prinsip kita mau mengambil atau mengabaikannya. Dan untuk itu kita akan membahasnya.
    Bukan dakwah-dakwah konvensional tentang "mensyukuri nikmat" yang secara berkesinambungan digembar-gemborkan oleh para pengkhotbah kita. "Mensyukuri nikmat" memang sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai ciptaan. Akan tetapi ini selangkah lebih maju dari sekedar merenungkan sekian ribu nikmat yang kita dapatkan.
    Yakni apa yang sebenarnya terjadi di dalam satu detik kehidupan, dan proses memilih yang sangat luar biasa. Mengapa satu detik? Segala sesuatu selalu diukur dengan waktu. Baca artikel saya tentang waktu di sini.
    Pernahkah anda membayangkan tentang ini? Maksud saya apa yang terjadi dalam satu detik kehidupan itu? Bernafas? Berpikir? Makan gado-gado? Memonyongkan mulut karena sedang dimarahi oleh bos anda? Atau apa?
    Bisa dijelaskan kearah yang lebih mendalam? Apa yang benar-benar terjadi dalam diri kita, di dalam benak kita, hati kita, perasaan kita, dan kebebasan kita? Saya yakin pikiran inovatif anda mampu memecahkannya.
    Sadarkah kita, bahwa sesuatu hal sedang terjadi saat ini dalam diri anda, bukan bahwa anda sedang duduk dan melototi layar monitor anda dan membaca serembetan sugesti dari sana. Tapi lebih komleks dari itu.
    Sadarkah kita, bahwa setiap detik kehidupan kita yang luar biasa cantik ini, sedang terjadi sesuatu hal yang sangat kompleks di dalam galaksi pribadi kita. Semua bekerja begitu alami dan berkesinambungan seperti sebuah sistem. Otak, perasaan, hati, ego, darah, roh, mata, jiwa, jantung, dan sikap baik buruk di sisi kanan dan kiri kita.
    Ketika sedang berjalan, ada sesuatu yang lebih kompleks terjadi dari sekedar melangkahkan kaki kanan dan kiri secara bergantian kedepan menembus ruang dan waktu.
    Sistem itu memang rumit, tapi tidak serumit ketika kita memahaminya. Tujuan dari kerumitan sistem itu sebenarnya hanya satu, yakni bagaimana kita memahami makna dan hikmah dari setiap detik kerjanya pula.
    Dalam satu detik kehidupan itu, tak peduli apakah kita sedang tersengal-sengal kelelahan mengangkuti ember untuk mengisi air bak mandi dari sumur yang berjarak 30 meter, atau menangis sebab sedang menjadi subyek kecelakaan lalu lintas, atau bahkan sedang melompat kegirangan sebab menang lotere, ada setidaknya tujuh ribu hikmah yang bersembunyi di balik setiap detik itu, dan semuanya siap membantu anda menuju proses pendewasaan anda.
    Jika kita gambarkan sistem kerja yang rum,it dan kompleks itu secara amat sangat sederhana, saya bisa mengatakan bahwa dalam setiap satu detik kehidupan ada dua energi besar yang selalu muncul. Kedua energi itu masing-masing mengandung 3500 hikmah, dan semuanya siap membantu anda untuk menjadi apa yang anda inginkan.
    Akan tetapi kedua energi itu, adalh opsi bagi anda. Jadi kebebasan anda memiliki peran penting untuk memilih yang terbaik. Masing-masing opsi akan membawa anda dan mengkorversi perasaan anda ke dalam suatu keadaan yang khas. Untungnya, walaupun anda memilih satu opsi, makna yang terkandung dalam kedua opsi secara bebas dapat anda bawa sampai di manapun.
    Nah, apakah kedua energi tersebut?
    Kedua energi tersebut kita sebut saja energi positif yang akan mengkorversi perasaan anda menuju kebahagiaan, dan enrgi negatif, yang akan membawa anda pada kesedihan yang nyata.
    Sehingga, jika logika kita memikirkannya, adalah sangat mudah menentukan energi yang mana yang harus dipilih.
    Akan tetapi suatu hal yang harus kita pahami bersama adalah, sebelum tiba di titik persimpangan antara kedua opsi tersebut, terlebih dahulu kita harus meniti sebuah jalan. Dan di jalan inilah tempat nalar dan keimanan kita diuji. Ingat, ini terjadi di setiap detik kehidupan. Ada berapa detik yang kita habiskan untuk sampai kepada moment kita mebaca tulisan ini?
    Jalan itulah yang kita sebut dengan bisikan iblis (syetan), nafsu, egoisme, kelemahan berpikir, kecenderungan untuk berada di zona kenyamanan, dan lain-lain namanya.
    Dalam setiap variasi detik kehidupan ini, jalan itu pasti ada. Dan sebagian lebih cenderung membawa kita ke energi negatif, dan sisanya akan membawa kita ke energi positif. Ingatlah, jalan ini sangat menipu kawan. Ia mengemas kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dengan sangat rapi dan menipu.
    Sehingga iman dan pikiran yang bersih dan cerdik akan menjadi "superman" kita menghadapi penipuan besar-besaran ini.
    Semoga kita semua menjadi golongan orang yang beriman dan berakal. Amin!
    Sehingga mengapa di awal saya ingin agar kita semua bersujud dan mengucap syukur, adalah bahwa ternyata ada begitu banyak hikmah untuk membantu kita menjadi lebih baik.jadi ada berapa pembelajaran dalam hidup?
    Sebab bahasa singkat dari cerita di atas adalah setiap detik kehidupan kita adalah proses pembelajaran dan pendewasaan yang berkesinambungan.
   
   
    Salam Sukses!
    Edward Rhidwan.
   
   
   
 

0 comments:

Poskan Komentar

Kritikan anda 10 kali lipat lebih berharga dari pujian anda. Jangan ragu mengkritik di sini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More